Peduli Korban Bencana, Unsuri Akan Sumbang Rumah Tahan Gempa di Lombok

Peduli Korban Bencana, Unsuri Akan Sumbang Rumah Tahan Gempa di Lombok

Posko ke 2 Unsuri, lokasi di Lombok Timur
Lombok, Zonasatu News– Universitas Sunan Giri (UNSURI) Surabaya kembali menunjukkan kepedulian terhadap korban bencana gempa di Lombok, NTB. Setelah mengirim bantuan pada tahap pertama (Posko 1) yang ditujukan di Lombok Utara beberapa waktu yang lalu, Unsuri akan memberikan sumbangan berupa rumah tahan gempa.

Posko 1: berada di Lombok Utara. Lombak Utara ini yangg paling serius dampak gempanya

“Rencananya Unsuri akan menyumbang 1 unit rumah tahan gempa. Rumah ini sebagai contoh saja, lalu kita duplikasi sesuai dengan sumbangan dari donatur. Semakin banyak donatur yang menyumbang, semakin banyak pula rumah tahan gempa yang bisa dibangun”, kata Rektor Unsuri Dr Gunawan Adji ST, MT, kepada media ini Jumat (31/8).

Masih menurut Gunawan, masa tanggap darurat telah selesai, saat ini masuk ke penanganan pasca bencana.

“Disini keterlibatan Unsuri”, tegasnya

Hal senada juga disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Barat/NTB, Tuan Guru Bajang Zainul Majdi.

“Pembangunan masyarakat yang rusak itu dilakukanh setelah melewati masa transisi sebagaimana ditetapkan”, kata Gubernar NTB beberapa waktu lalu di Lombok.

Suasana bangunan masjid yg rusak akibat gempa. (Foto/nanang)

Unsuri bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) Surabaya, Karang Taruna Surabaya, Pemuda Pelopor, dan Arek Lawas Suroboyo (Alas), melakukan bakti sosial membangun Lombok pada pasca bencana. Koordinator

Koordinator Unsuri Peduli Lombok, Ikhwanudin, ST, Meng. menyatakan bahwa langkah yang dilakukan Unsuri Surabaya ini sejalan dengan pemerintah  dalam penanganan bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kami sudah keliling mulai Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara dan Kota Mataram untuk melihat langsung kondisi masyarakat terdampak,” kata Ikhwanudin.

Ikhwanudin Koordinator Unsuri Peduli Lombok, Asli putra daerah dari lombok barat NTB. Kepala Prodi Teknik Sipil Unsuri, Ahli disain rumah tahan gempa

“Selain memperbaiki beberapa tempat ibadah, kami juga akan membangun fasilitas MCK dibeberapa tempat,” kata Dosen Teknik Sipil ini.

Perbaikan rumah yang rusak dimulai 1 September 2018. Pemerintah juga mengirim 400 insinyur muda CPNS untuk mendampingi masyarakat membangun sekitar 74.000 rumah tahan gempa menggantikan rumah yang rusak di Pulau Lombok.

“Semoga apa yang kami lakukan bersama teman-teman bisa membantu pemerintah mempercepat proses rehabilitasi korban gempa di Lombok ini,” tambah dosen asli Bima NTB ini.

Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi setelah bencana gempa di NTB dilakukan sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo, Nomor 5 Tahun 2018. Pemerintah menargetkan pembangunan maupun perbaikan rumah masyarakat setempat akan selesai dalam waktu enam bulan kedepan.

Negara memberikan bantuan sebesar Rp 50 juta bagi tiap kepala keluarga yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan berat setelah bencana gempa terjadi. Nantinya, masyarakat akan kembali membangun rumahnya dengan bantuan dari Kementerian PUPR dan anggota TNI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

© 2019: | Awesome Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress